Through Humanize to Harmonize


0 waste sesama bersenyawa tuk harmoni.
https://www.instagram.com/p/B_riKutgO4h/?igshid=1h1ragx6rf3dm

    2020, diwakili pandemi yang merevolusi pemikiran serta tindakan khalayak. Jika pengalaman ialah guru terbaik, starting from now perhaps covid-19 stands for that analogy, and it will be continue for the rest of this decade. Momen belakangan yang terjadi sekadar mewakili banyaknya mata pelajaran yang diberikannya untuk dipelajari dan dimaknai serta menjadi PR kita bersama, Manusia.

Mata pelajaran favorit pertama ialah IPA. Serumah, alam merupakan kakak sulung bagi adiknya manusia yang dalam kesehariannya malah tak harmonis satu sama lain. Sang kakak menghendaki ketenangan, tapi lupa kalau punya adik yang amat rewel yang mengusiknya terus. Mengetahui sang adik dengan sifat anarkinya, sang sulung pun abai dan bersabar. Si bungsu dengan usilnya manfaatkan itu dengan main sesuka hati lalu mengesampingkan dan melupakan bahwa si sulungnya yaitu alam, hadir. Karena merasa bosan dan kesepian, si bungsu pun mengundang beberapa koleganya. Dalam aktivitas bermain mereka, munculah beberapa masalah dalam lingkungan rumah.

Melansir dari World of Buzz, dimulai januari 2020 kejadian pertama yang terjadi di rumah yaitu berada di ruang Asia Tenggara yaitu Filipina, di mana terjadi letusan gunung.
Erupsi Gunung yang bernama Gunung Taal tersebut memuntahkan awan abu besar yang menghasilkan asap setinggi 14 km di atas kawah. Menurut Volcanic Ash Advisory Centers, letusan tersebut bukan merupakan satu-satunya yang terjadi. Mereka melaporkan ada 25 gunung berapi yang juga meletus pada saat itu.

Hal kedua yaitu terbakarnya ruangan rumah di bagian Selatan, yaitu Australia. Kenaikan suhu udara yang drastis dan bencana kekeringan parah makin memperburuk situasi di Australia yang dilanda kebakaran hutan dan semak yang hebat. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kebakaran terjadi karna kekeringan, bukan perubahan iklim. Tapi mereka belum memahami bahwa karena perubahan iklim lah, telah terjadi rekor musim panas terkering sepanjang sejarah negara tersebut. Kebakaran tersebut telah menewaskan lebih dari 500 juta hewan dan membuat Koala terancam punah.

Ketiga yaitu imbas dari kebakaran yang terjadi di Australia, gletser di Selandia Baru berubah menjadi kecoklatan setelah terkena debu dari kebakaran yang terjadi, dan dapat menyebabkan gletser mencair hingga 30 persen.

Kemudian hal berikutnya yaitu perubahan iklim yang terjadi begitu cepat di bagian pegunungan Himalaya. Hal tersebut telah menyebabkan pencairan gletser Himalaya yang menimbulkan peningkatan pertumbuhan vegetasi semak dan rumput di kawasan pegunungan. Memang pertumbuhan rumput sekilas bagus, tapi para ilmuwan mengatakan bahwa pertumbuhan vegetasi di pegunungan Himalaya akan mempercepat melelehnya gletser dan meningkatkan risiko banjir.

Kekacauan selanjutnya yaitu banjir. Biasanya sangat jarang terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab. Curah hujan ekstrem yang terjadi di sana terkait erat dengan perubahan iklim. Dengan tingkat curah hujan tinggi, hujan selama 3 jam saja nyaris sebanding dengan curah hujan selama satu bulan yang biasanya terjadi di sekitar Dubai.

Kegaduhan lainnya yang serupa di Dubai, yaitu banjir di Jakarta. Memang hal ini merupakan bencana tahunan yang terjadi di ibu kota Indonesia. Meski dianggap lumrah, banjir kali ini dianggap yang terburuk selama dekade terakhir dan telah merenggut 66 korban jiwa saat itu. Banjir Jakarta sejak malam tahun baru disebabkan oleh hujan lebat terus-menerus yang telah memicu tanah longsor dan banjir.

Lalu kejadian selanjutnya yaitu badai hebat yang melanda Negara Bagian Texas, Alabama, dan Louisiana USA, yang merenggut 11 korban jiwa saat itu. Sementara itu wilayah selatan di negara tersebut menghadapi berbagai masalah banjir, angin kencang, dan badai. Gelombang badai dahsyat di wilayah selatan Amerika Serikat juga banyak dihubungkan dengan perubahan iklim dan pemanasan global.

Kalimat bertanda merah di atas kiranya juga merupakan tanda warning bagi kita mengingat hal ini betapa disepelekan, tapi begitu seriusnya dampak yang tampak. Seraya dengan uraian di atas, mengutip jurnal Nature Climate Change yang dipublikasi para peneliti dari ETH Zurich yang dilansir dari National Geographic Indonesia, hasilnya menunjukan bahwa suhu dunia jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, setiap hari sejak Maret 2012. Dengan kata lain, cuaca bisa dianggap sebagai indikator perubahan iklim.

Sederet kejadian tersebut hanya rangkuman saat bulan januari 2020 berlangsung, dan bulan berikutnya masih menanti.
Alam selalu punya cara yang otentik untuk berekspresi.
And in the end, this is about evolved to responding what will happen on another day, continuously.

Mata pelajaran favorit berikutnya ialah IPS. Kali ini sang adik bersama sejawatnya terlibat konflik.
Dimulai pada tanggal 3 Januari 2020, Gedung Putih dan Pentagon mengonfirmasi bahwa militer Paman Sam sang adidaya telah membunuh salah satu Jenderal yang dihormati di Iran, Qasem Soleimani.
Tak tinggal diam, Iran membalas dengan menyerang dua pangkalan pasukan Amerika yang berada di Irak dengan rudal Pada 8 Januari 2020. Situasinya amat genting sehingga para kerabat lainnya ikut mendamaikan kedua belah pihak. Diramalkan akan menyulut terjadinya world war 3, ketegangan ini agak mereda setelah salah satunya tak merespon balik serangan tapi justru dengan berbagai pengecualian kebijakan.

Belum lama berlalu dan membuat geram publik dunia adalah perihal kasus George Floyd yang terjadi di Mineapolis, Amerika Serikat pada akhir Mei 2020. Hal yang sudah lumrah terjadi berulang-ulang antar sesama, antara mahkluk yang mengaku menyandang status spesies bijak. Dengan terjadinya kejadian yang menimpa George Floyd, berharap bisa memantik perhatian dunia terhadap apa yang terjadi juga di ruang Nusantara. Tanpa mengesampingkan fakta di Nusantara sendiri, sungguh amat gelap rasanya jika tak memantik cahaya yang serupa yang menyita khalayak dunia, untuk menyinari keredupan yang terjadi di Nusantara.
Sebab tanpa disinari dengan cahaya yang sungguh terang di tempat yang sungguh amat redup, lama rasanya hal tersebut akan terus berlangsung karena memang ditutupi oleh kearifan lokal nan gelap, kemudian ditiupi agar padam.

Dan terakhir, mata pelajaran favorit adalah PKN.
Semenjak 2020 bergulir, beberapa masalah kebijakan menjajah ruang bagian Nusantara.
Salah satu yang mengundang perhatian publik yaitu perihal Omnibus Law. Publik menilai kebijakan ini justru menambah sengsara para pekerja dan masyarakat kecil.
Pekerja, bekerja, mempekerjakan, pekerjaan, seharusnya merupakan suatu ekosistem yang mutualisme.
Letak keadilannya untuk seluruh elemen masyarakat patut di ragukan dalam konteks kebijakan tersebut.
Teruntuk elemen elit mungkin, iya tak diragukan lagi.

Mengutip dari kompas.com, menurut Charles Simabura selaku Peneliti Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, mengatakan "Ketika kita melihat bagian penjelasannya sangat ekonomisentris, bukan kesejahteraan. Jadi hanya bicara pertumbuhan ekonomi tanpa bicara keadilan sosial dan kesejahteraan,"
"Kemudahannya bukan bagi warga negara yang minim akses terhadap sumber daya alam atau sumber daya ekonomi. Kemudahan diberikan justru kepada pemilik modal, kepada asing, dalam rangka mengundang investor lebih banyak. Jadi bukan kita mudah mencari kerja," lanjutnya.

Dari sisi efisiensinya tentang investasi memang bagus nan manis, tapi terhadap rakyat kecil efeknya sangat teramat bengis.
Menilik momen belakangan yang terjadi, terkesan telah dikhianatinya perjuangan reformasi oleh pribadi-pribadi yang bersembunyi dengan naluri yang dibalut nurani nan oligarki.
Dalam benak kita hierarki tersebut memang sudah lama terimajinasi, tapi jika nalurimu belum bernurani, kau dikhianati pribadimu sendiri.

Lalu muncul lagi UU Minerba yang juga tak kalah sadis. Wakil yang seharusnya berpihak kepada yang diwakilinya secara adil, ternyata lebih condong ke segelintir kaum berada dan berharta. Peri sudah menjadi peti kemanusian dan keadilan saat ini.
Terhadap lingkungan hidup bersama saja semena-mena, apalagi terhadap para penghuninya.
Lalu mereka lupa bahwasanya mereka juga termasuk para penghuni itu sendiri.

Dilansir dari laman Greenpeace Indonesia, yang juga memberikan perhatiannya perihal berbagai pasal yang janggal. Pada poinnya yang ke 5 tentang berbagai pasal yang bermasalah atas lingkungan hidup, yaitu tepatnya dalam bagian huruf "c" menyatakan bahwa hal tersebut "Sangat pro energi kotor batubara dan pemberian insentif berlebihan bagi over-eksploitasi sumber daya alam, yang cenderung tidak memperhatikan aspek kepentingan ekologis dan perlindungan lingkungan hidup; maupun bagi pengembangan energi terbarukan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan".

Berbagai kebijakan yang tampak tersebut juga tak representatif dengan amanat konstitusi yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945.
Bahwa bumi, air dan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk rakyat yang besar pula yang kecil minggir dulu.
Pihak nan bijak yang memikul amanat dari rakyat selayaknya tak membajak hak.
Jika mereka yang sudah banyak harta ini tak menghentikan tabiat, maka kepuasan apa lagi yang diinginkan... hidup dengan berkelebihan dan melupakan rakyat yang berkekurangan, merupakan ciri khas feodal Nusantara yang tak menusantara.
Substansi tentang ekonomi memang indah, tapi kau begitu parah didustainya sehingga mengesampingkan sisi manusiawi sendiri.
Kebenaran itu tak mutlak jika kau borjuis dengan segala kebijakan dan laba produksimu yang sungguh mengabaikan sisi kebaikan proletarmu.
Pada hakikatnya saat sekarang ini prioritasnya justru kepada sisi manusiawi semata, bukan investasi segala rupa.

As disharmony happened nowadays, this is just few highlighted lessons from so many subject to noted as our homework together.
Dan saat sang adik beserta koleganya sudah tak akur lagi dan menimbulkan berbagai konflik dan kegaduhan di rumah, sang kakak menyuruh saudara tengah mereka untuk sekadar menggurui, agar jangan berlebih.

Komentar